Enam puluh tahun lalu, tepatnya 5 Februari 1947, Himpunan Mahasiswa Islam didirikan oleh Lafran Pane dan beberapa orang sahabatnya. Sebuah ikhtiar mulia yang dimaksudkan untuk membantu perjuangan negara ini mengisi kemerdekaan melalui jalur kebangsaan dan keummatan. Tak pelak, salah satunya karena landasan perjuangan “model” inilah HMI kemudian mendapat “tempat” di hati para mahasiswa islam di Indonesia.
Sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan terbesar sekaligus tertua di Indonesia, HMI senantiasa bergelut dengan dinamika kesejarahan bangsa ini. Karena memiliki kuantitas anggota dengan mekanisme kaderisasi tersendiri, HMI niscaya melahirkan banyak kader yang memiliki kualitas yang tidak bisa dianggap sepele. Dalam kancah kebangsaan, kader-kader HMI senantiasa mewarnai. Begitu pun di banyak bidang kebangsaan lainnya.( Asta Qauliyah).
Di tengah kemelut umat dan bangsa, HMI senatiasa mengabil peran strategis dalam pembangunan bangsa ini, segala gerak fluktuatif umat dan bangsa bagi saya HMI tetap memiliki kontribusi yang signifikan dalam bentuk apapun itu..
Melihat kesejarahannya HMI layaknya penggerak kultural bangsa, menciptakan wahana intelektualisme dalam kehidupan sosial Indonesia..,melahirkan pemimpin2 bangsa yang tentunya akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang cerdas dan maju…Tapi ketika kita mencoba untuk menggiringnya pada konteks kekinian, apakah HMI masih melakoni perannya dengan sungguh-sungguh ataukah HMI hanya besar dengan berjubah euphoria kebesarannya dimasa lampau ?
Itu menjadi otokritik bagi kader-kader HMI hari ini yang masih bergelut dalam ruang dialektika kompleksitas kebutuhan tiap kadernya..! atau apakah kader-kader HMI masih mengenal Altruisme untuk bangsa?? Saya menduga hanya tinggal egoisme yang akut yang ada..
Peringatan MILAD HMI ke 62 yang bertepatan pada tanggal 5 Februari 2009 betul-betul harus menjadi bahan refleksi untuk setiap kader untuk kembali pada jalan idealitasnya upaya pembangunan umat dan bangsa ! Kelahiran HMI pada tanggal 5 Februari juga turut melahirkan generasi baru dari rahim HMI..hari ini Rausyanfikr (nama anak itu) telah hadir di muka bumi ini dengan wajah yang membawa kebahagiaan dan ketentramaan seperti apa yang diharapkan HMI bagi bangsa ini..
Rausyanfikr lahir dari ayah dan ibu yang selama ber-HMI mengabdikan dirinya dengan penuh loyalitas dan tanggung jawab sebagai kader yang penuh dengan keyakinan Yakin Usaha Sampai :)
Mudah-mudahan spirit insan citpa akan selalu hadir dalam jiwa Rausyanfikr dan akan terus membawa kearifan serta menerangi jiwa-jiwa yang gelap dalam setiap kehidupan manusia !selamat MILAD HMI ke 60 dan juga lahirnya Rausyanfikr..
(untuk Fajrin, Nia dan Rausyanfikr kecil)
Faursyah Rosyidin
5Februari 2009
Sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan terbesar sekaligus tertua di Indonesia, HMI senantiasa bergelut dengan dinamika kesejarahan bangsa ini. Karena memiliki kuantitas anggota dengan mekanisme kaderisasi tersendiri, HMI niscaya melahirkan banyak kader yang memiliki kualitas yang tidak bisa dianggap sepele. Dalam kancah kebangsaan, kader-kader HMI senantiasa mewarnai. Begitu pun di banyak bidang kebangsaan lainnya.( Asta Qauliyah).
Di tengah kemelut umat dan bangsa, HMI senatiasa mengabil peran strategis dalam pembangunan bangsa ini, segala gerak fluktuatif umat dan bangsa bagi saya HMI tetap memiliki kontribusi yang signifikan dalam bentuk apapun itu..
Melihat kesejarahannya HMI layaknya penggerak kultural bangsa, menciptakan wahana intelektualisme dalam kehidupan sosial Indonesia..,melahirkan pemimpin2 bangsa yang tentunya akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang cerdas dan maju…Tapi ketika kita mencoba untuk menggiringnya pada konteks kekinian, apakah HMI masih melakoni perannya dengan sungguh-sungguh ataukah HMI hanya besar dengan berjubah euphoria kebesarannya dimasa lampau ?
Itu menjadi otokritik bagi kader-kader HMI hari ini yang masih bergelut dalam ruang dialektika kompleksitas kebutuhan tiap kadernya..! atau apakah kader-kader HMI masih mengenal Altruisme untuk bangsa?? Saya menduga hanya tinggal egoisme yang akut yang ada..
Peringatan MILAD HMI ke 62 yang bertepatan pada tanggal 5 Februari 2009 betul-betul harus menjadi bahan refleksi untuk setiap kader untuk kembali pada jalan idealitasnya upaya pembangunan umat dan bangsa ! Kelahiran HMI pada tanggal 5 Februari juga turut melahirkan generasi baru dari rahim HMI..hari ini Rausyanfikr (nama anak itu) telah hadir di muka bumi ini dengan wajah yang membawa kebahagiaan dan ketentramaan seperti apa yang diharapkan HMI bagi bangsa ini..
Rausyanfikr lahir dari ayah dan ibu yang selama ber-HMI mengabdikan dirinya dengan penuh loyalitas dan tanggung jawab sebagai kader yang penuh dengan keyakinan Yakin Usaha Sampai :)
Mudah-mudahan spirit insan citpa akan selalu hadir dalam jiwa Rausyanfikr dan akan terus membawa kearifan serta menerangi jiwa-jiwa yang gelap dalam setiap kehidupan manusia !selamat MILAD HMI ke 60 dan juga lahirnya Rausyanfikr..
(untuk Fajrin, Nia dan Rausyanfikr kecil)
Faursyah Rosyidin
5Februari 2009



